LOMBOK TIMUR | FMI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur mulai mendistribusikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 15.405 warga miskin ekstrim.
Menurut Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Juaini Taofik penyaluran paket sembako ini, sejalan dengan sinergi program antara Pemda Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB yaitu mewujudkan nol kemiskinan ekstrem pada 2027.
“Tanggal 17 Desember 2025 genap 67 tahun Nusa Tenggara Barat. Sesuai dengan triple agenda Gubernur dan Wakil Gubernur, satu adalah nol miskin ekstrem, dua ketahanan pangan, tiga pariwisata mendunia, maka Lombok Timur sengaja memilih tanggal 17 Desember sesuai agenda pertama, untuk menekan miskin ekstrem di Lombok Timur,” ujarnya, Rabu 17 Desember 2025.
Sekda menegaskan bahwa bantuan tersebut khusus bagi masyarakat yang berada di desil 1 atau miskin ekstrem. Sejalan target nol miskin ekstrem, maka kelompok ini menjadi sasaran berbagai program bantuan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan.
“Jadi kita ‘guyur’ masyarakat miskin ekstrem ini dengan bantuan-bantuan supaya mereka keluar dari jurang kemiskinan itu,” jelasnya.
Data penerima bersumber dari data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) per Oktober. Jumlah warga miskin ekstrem Lombok Timur mencapai 42 ribu jiwa, akan tetapi karena anggaran yang tersedia hanya Rp 4 miliar maka paket sembako yang akan didistribusikan adalah 15.405 paket untuk seluruh wilayah Lombok Timur.
Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menambah suplai kebutuhan pokok sebagai bagian dari upaya pengendalian harga pangan.
Tidak saja memberikan perhatian kepada warga miskin ekstrem, Pemda juga, ungkap Sekda, tetap memberikan perhatian kepada masyarakat hampir miskin melalui bantuan UMKM.***













