LOMBOK TIMUR

Ribuan Siswa Terancam Tak Dapat Makan, Bupati Lotim Protes Penutupan Dapur MBG

×

Ribuan Siswa Terancam Tak Dapat Makan, Bupati Lotim Protes Penutupan Dapur MBG

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Bupati Lombok Timur Haerul Warisin melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah pusat yang menutup unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai penutupan tersebut tidak tepat dan meminta ada solusi lain tanpa menghentikan operasional dapur yang melayani ribuan anak sekolah.

“Saya sangat keberatan dan kecewa melihat tindakan pusat yang melakukan penutupan. Mestinya ada cara lain. Sambil jalan mengurus IPAL dan itu jangan ditutup. Kalau ditutup, apa akibatnya? Bagaimana dengan anak-anak didik yang tadinya diberikan makan, yang sekarang tidak?” tegas Haerul Warisin dalam sambutannya di acara Musrenbang, Kamis 9 April 2026.

Penutupan unit dapur MBG diduga terkait proses pengurusan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum rampung. Meski memahami urgensi pemenuhan standar lingkungan, Bupati menilai langkah menutup total operasional dapur justru menimbulkan masalah baru di lapangan.

Menurutnya, pengurusan IPAL bisa tetap berjalan beriringan dengan operasional dapur. “Sambil jalan mengurus IPAL dan itu jangan ditutup,” ujarnya. Ia khawatir, jika dapur berhenti total, maka rantai pemenuhan gizi harian anak didik langsung terputus.

Program Makan Bergizi Gratis selama ini menjadi tumpuan utama pemenuhan asupan gizi bagi anak-anak sekolah di Lombok Timur, terutama siswa dari keluarga prasejahtera. Dapur MBG setiap hari memproduksi ribuan porsi makanan untuk disalurkan ke sekolah-sekolah.

Dengan dihentikannya operasional, Bupati khawatir terjadi kekosongan asupan gizi yang berdampak pada konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, hingga tumbuh kembang anak. “Bagaimana dengan anak-anak didik yang tadinya diberikan makan, yang sekarang tidak?” tanyanya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *