LOMBOK TIMUR | FMI – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menekankan pentingnya filosofi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang konsisten menyandingkan aspek pendidikan dan sosial.
Hal itu disampaikan saat menghadiri peringatan ulang tahun ke-4 Lembaga Pendidikan Sosial (LPS) Sirzam Pancor, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Wabup, sinergi pendidikan dan sosial merupakan kunci menghadapi tantangan zaman. Ia menilai persoalan sosial hanya dapat dituntaskan secara efektif dan berkelanjutan jika dikelola oleh individu-individu terdidik.
“Pendidikan dan sosial itu di NWDI selalu bergandengan. Kenapa harus pendidikan dulu? Karena masalah-masalah sosial hanya bisa diselesaikan jika orang-orang berpendidikan yang mengerjakannya,” ungkapnya.
Sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan, Wabup memaparkan langkah konkret Pemkab Lombok Timur melalui program Sekolah Rakyat.
“Program bermodel boarding school itu berpusat di Lenek dan telah menampung 100 siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Wabup. Ia menegaskan, saat ini Pemkab juga tengah memprioritaskan penyediaan lahan untuk Sekolah Garuda.
Sebelumnya, Ketua Panitia Mursidin memaparkan rangkaian milad tahun ini diisi berbagai kegiatan. Salah satunya ujian hafalan Al-Qur’an bagi santri RTQ Sirzam Pancor dengan kategori 3 juz, 5 juz, hingga 10 juz. Kesuksesan acara juga ditandai dengan Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) tingkat lembaga pada 7–9 April lalu.
Berawal dari inisiatif mengajarkan cara membaca Al-Qur’an di TPQ, LPS Sirzam kini berkembang menjadi wadah pembinaan tahfiz yang lebih terstruktur. Saat ini LPS Sirzam mengasuh lebih dari 100 santri.
Acara peringatan Milad ke-4 LPS Sirzam yang digelar di Lapangan RTQ Sirzam Pancor tersebut dirangkaikan dengan wisuda hafalan santri Rumah Tahfiz Quran (RTQ) Sirzam Pancor.***













