LOMBOK TIMUR | FMI – Sepanjang sekitar 3 kilometer ruas jalan Jor-Telong elonh yang menuju arah Ekowisata Bale Mangrove, Kecamatan Jerowaru, rusak parah dan belum ada perhatian pemerintah untuk perbaikan.
Padahal jalan tersebut belasan tahun menjadi akses utama wisatawan mancanegara maupun dalam negeri yang hendak berkunjung ke Bale Mangrove dan beberapa Pantai melalui jalur laut.
Pantauan di lapangan, kerusakan jalan berupa lubang besar, aspal mengelupas, dan tergenang saat hujan. Kondisi ini membahayakan pengendara, terutama wisatawan yang tidak hafal medan.
Atas kondisi tersebut, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jerowaru mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan.
“Jalan ini wajah daerah. Kalau aksesnya rusak begini, bagaimana mau nyamanin wisatawan? Padahal Bale Mangrove ini potensi besar Jerowaru,” kata Herman, Sekretaris KNPI Kecamatan Jerowaru, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Herman, kerusakan yang dibiarkan belasan tahun menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah terhadap sektor pariwisata. Ia menilai, perbaikan jalan menuju destinasi wisata harus jadi prioritas karena berdampak langsung pada kunjungan dan PAD.
Sementara itu, Pengelola Bale Mangrove, Endi Irawan, menegaskan kondisi ruas jalan yang menghubungkan antara Dusun Telong-Elong dan Dusun Jor memang sangat perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Terlebih ruas jalan ini, kata dia, merupakan akses vital wisatawan yang hendak menyeberang ke Pantai Pink melalui jalur penyeberangan Telong-elong dan Ekowisata Bale Mangrove.
“Jika terus dibiarkan kondisinya seperti ini maka saya khawatir ini akan berdampak pada menurunnya angka pengunjung pada destinasi-destinasi wisata yang ada di Kecamatan Jerowaru. Dan tentu ini juga akan berdampak buruk terhadap perekonomian warga masyarakat yang mulai tumbuh pada sektor wisata,” ujar Endi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Lombok Timur terkait rencana perbaikan ruas jalan Jor-Telong menuju Bale Mangrove.***













