LOMBOK TIMUR

Berikut Paparan Sekertaris Baznas Lotim Soal Study Banding Baznas Sumbawa di Lotim

×

Berikut Paparan Sekertaris Baznas Lotim Soal Study Banding Baznas Sumbawa di Lotim

Share this article

Lombok Timur, FMI – Untuk mengetahui pola kerja sama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pengelolaan atau pengumpulan zakat, infaq dan sodaqoh, terutama infak dari ASN. Baznas Kabupaten Sumbawa melaksanakan study banding di Baznas Lotim, Senin (11/10/21)

Pada kesempatan itu, pihak Baznas Sumbawa mengakui banyak hal yang harus dipelajari dari Baznas Lotim, baik dalam pengelolaan sumber daya dalam unit pengumpulan zakat, infaq, sodaqoh kepada seluruh masyarakat di Daerah Patuh karya ini.


Dikutip dari Bumigoramedia.com, Sekertaris Baznas Lotim Abdul Hayyi Zakaria menyebutkan bahwa Baznas Sumbawa bertujuan study banding untuk mendalami dan ingin mencontoh sistim pengumpulan Zakat, Infaq dan Sodaqoh di Lotim.


“Study banding kemarin bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi Baznas secara maksimal, selain itu juga Basnas Sumbawa mengapresiasi capaian Baznas Lotim setelah Basnas Lotim memaparkan sistim atau pola yang kita lakukan saat ini,” ujarnya.


Dalam sisi inovasi, kata dia, terkait pengumpulan zakat, Infak dan Sodaqoh masih banyak tidak dimiliki daerah lain. Menurutnya hanya Lotim yang mempunyai Koordinator UPZ di tingkat Kecamatan.

“Alhamdulillah, sisi lain Baznas Lotim juga merupakan Baznas yang paling lengkap struktur kepengurusannya jika dibanding dengan Baznas di daerah- daerah lain,” bebernya

Lanjut kata dia, kedepannya akan memperkuat hubungan kepada pihak pengelola Ritel modern. Hal tersebut akan di upayakan melalui pendekatan struktural karna merupakan potensi yang cukup besar dalam menambah peningkatan pengumpulan Zakat, sodakoh ataupun infaq.

“Tanggung jawab sosial mereka terhadap masyarakat Lotim perlu dikedepankan, dan kita akan targetkan infaq saja dari ritel modern yang menjamur hari ini,” tegas Ustaz Hayyi.

Masih kata dia, menyampaikan terkait Basnas Sumbawa saat ini masih belum mampu menerapkan inovasi yang harus di lakukan, semisal kata dia, kerja sama Pemda dengan Baznas itu sendiri masih kurang sehingga bisa dikatakan Move On.

“Beda dengan Basnas Lombok Timur yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) paling gemuk, adanya struktur di setiap Kecamatan membuat tingkat kesadaran ASN dalam pengumpulan zakat cukup tinggi, sehingga capaiannya saat ini sekitar 60-70 persen. Dan kesadaran setiap OPD pun juga rata rata bagus,” imbuhnya.

Kata dia, paling tidak ditahun mendatang bagi pihak ASN khususnya guru untuk lebih meningkatkan pengumpulan infaknya kepada bendahara UPTD yang ada di masing-masing wilayah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *