MATARAM

AMP akan Aksi Unjuk Rasa Desak Evaluasi Petinggi PLN NTB

×

AMP akan Aksi Unjuk Rasa Desak Evaluasi Petinggi PLN NTB

Share this article

MATARAM | FMI – Aliansi Masyarakat Peduli Nusa Tenggara Barat (AMP NTB) akan turun aksi demonstrasi dalam waktu dekat. Hal itu buntut dari seraingakain insiden yang terus menerus terjadi, sampai mengakibatkan luka-luka pada sejumlah pekerja PT PLN (Persero) wilayah NTB.

“Aksi demonstrasi akan kami gelar minggu depan sebagai bentuk desakan moral agar PLN memperbaiki sistem keselamatan kerja secara menyeluruh,” tegas Ketua AMP NTB, Dani melalui keterangan resminya, Minggu 30 November 2025.

Dani menilai insiden yang terus terjadi mencerminkan lemahnya pengawasan K3 dan menunjukkan kegagalan manajemen PLN wilayah NTB dalam memastikan keselamatan pekerja di lapangan.

“Saya tegaskan bahwa ini bukan sekadar isu teknis. Ketika insiden terus berulang, itu artinya ada kegagalan di level manajemen,” ujarnya.

Berdasarakan fakta-fakta itu, AMP NTB menuntut evaluasi terhadap jajaran petinggi PLN wilayah NTB. “Budaya keselamatan hanya akan kuat jika pimpinan wilayah punya komitmen yang jelas,” ujarnya.

Pekerja di lapangan selama ini, jelas Dani, bekerja dalam tekanan target yang tinggi tanpa perlindungan APD yang layak, sementara SOP sering diabaikan. Hal itu disebut sebagai bukti bahwa komitmen keselamatan belum menjadi prioritas utama.

“Pekerja tidak boleh terus berada pada risiko luka-luka karena kelalaian sistemik. PLN harus berbenah dan pimpinan wilayah harus bertanggung jawab,” tambahnya.

Tiga Tuntutan Pokok AMP NTB

Aksi demonstrasi yang direncanakan AMP NTB minggu depan itu, akan menuntut evaluasi dan audit kinerja jajaran petinggi PLN NTB, terutama yang bertanggung jawab atas pengawasan lapangan dan implementasi K3.

“Kami juga meminta publikasi terbuka terkait langkah-langkah pembenahan K3, termasuk rencana konkret dan tenggat waktu pelaksanaannya,” pungkasnya

Ia juga menedesak audit kompetensi seluruh pengawas lapangan di PLN, untuk memastikan setiap pengawas memahami standar keselamatan kerja.

Dani menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk dorongan untuk memastikan keselamatan kerja tidak lagi diabaikan.

“Ini bukan aksi mencari panggung. Ini upaya melindungi pekerja yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan mereka. Kami akan turun minggu depan untuk memastikan suara ini tidak lagi diabaikan,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN wilayah NTB belum merespons pernyataan AMP NTB maupun tiga tuntutan utama tersebut. Publik saat ini menunggu langkah nyata dari PLN.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *