LOMBOK TIMUR | FMI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, mendistribusikan insentif bagi guru 885 guru honorer yang terdata di Emis Kemenag dengan kriteria bukan PPPK, ASN dan Guru Sertifikasi.
Penyerahan insentif ini, merupakan kegiatan perdana bagi guru-guru yang berada di bawah naungan Kemenag, seperti RA, Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Majlis Ta’lim Al Ijtihad Jontak, Desa Danger, Kecamatan Masbagik, dihadiri Bupati Haerul Warisin dan Kepala Kantor Kemenag Lombok Timur, Selasa 2 Desember 2025.
“Ini adalah yang pertama kalinya kita melakukan pendistribusian kepada guru-guru Madrasah,” ujar Ketua Baznas, H. Muhammad Kamli
Ia menerangkan, pendistribusian kepada Guru Madrasah ini akan disalurkan secara bertahap tiap tiga bulan sekali, sehingga bagi Guru yang belum mendapatkan diharapkan untuk menunggu, mengingat jumlah Guru Madrasah di Lombok Timur sangat banyak.
“Ini merupakan kesepakatan bersama, yang kita awali di akhir tahun ini,” imbuhnya.
Ia menepis anggapan bahwa insentif tersebut hanya menyasar guru yang berafiliasi pada organisasi keagamaan tertentu. Adapun guru-guru madrasah yang disasar pada pendistribusian awal ini hanyalah teknis untuk memudahkan pendistribusian saja.
“Kami pastikan semua akan diakomodir, apalagi pak Bupati sudah berpesan agar mengedepankan prinsip-prinsip keadilan,” pungkasnya.
Kepala Kemenag Lombok Timur H. Shulhi menegaskan bahwa kegiatan pendistribusian kepada guru madrasah merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah.
Ia membeberkan bagaimana Bupati, Haerul Warisin terus bertanya kepadanya mengenai hak-hak guru di madrasah, termasuk peluang mereka untuk menjadi PPPK.
Karena itu, Ia meminta kepada para guru yang hadir untuk mendoakan Bupati agar selalu kuat dalam memimpin dan mengemban amanah lantaran memberikan perhatian yang cukup besar kepada nasib dan masa depan para guru di Madrasah.
“Itu yang perlu diingat bahwa perhatian Bapak Bupati begitu besar kepada Bapak Ibu di Madrasah,” singkatnya.***













