LOMBOK TIMUR | FMI – Mantan Bupati Lombok Timur dua priode, Dr. Ali Bin Dachlan membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Pulau Penang, Malaysia, sebagai contoh sukses pembangunan kawasan terpadu yang patut ditiru oleh daerah-daerah di Indonesia, termasuk Lombok Timur.
Dalam keterangannya pada kanal Facebook pribadinya, Ali BD menjelaskan bahwa Pulau Penang dengan luas sekitar 200 kilometer persegi telah berkembang menjadi salah satu kota modern terbesar di Malaysia setelah Kuala Lumpur. Sepanjang 17 kilometer dari bandara menuju pusat kota George Town, berdiri berbagai kawasan industri, gedung bertingkat, hotel, serta fasilitas pelayanan publik yang tertata rapi.
“Penduduk Penang kini mencapai sekitar dua juta jiwa, dengan kondisi kota yang bersih, maju, dan berkembang pesat,” ujarnya.
Ali juga menyoroti sektor kesehatan sebagai salah satu keunggulan Penang. Terdapat sedikitnya enam rumah sakit swasta modern serta satu rumah sakit kerajaan yang menjadi rujukan wisata medis, termasuk bagi warga Indonesia.
Ia mengaku bertemu pasien asal Cirebon, Bali, Papua, hingga Jakarta yang memilih berobat ke Penang karena pelayanan lebih baik, biaya lebih terjangkau, serta peralatan medis yang lebih canggih dibandingkan di dalam negeri.
Menurutnya, keberhasilan Penang tidak lepas dari pengembangan kawasan ekonomi yang terintegrasi, mencakup sektor perdagangan, industri teknologi, pariwisata, pertanian, dan perikanan.
Terkait Lombok Timur, Ali mendorong pemerintah daerah untuk mulai berinvestasi jangka panjang dengan menjadikan kawasan Labuhan Haji sebagai pusat pertumbuhan baru.
“Pengembangan pelabuhan Labuhan Haji, modernisasi Rumah Sakit Bazda, pembenahan jalan pesisir, serta penataan kawasan wisata pantai perlu menjadi prioritas,” jelasnya.
Untuk tingkat provinsi, ia menyarankan agar NTB tidak hanya bertumpu pada kawasan ITDC dan tiga Gili, tetapi mengembangkan wilayah lain secara terpadu.
Menurut Ali, pembangunan tersebut memang membutuhkan investasi besar hingga triliunan rupiah. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut dapat diwujudkan jika pemerintah serius.
“Laksanakan dengan bekerja dan berpikir, bukan dengan berkoar,” pungkasnya.***













