Lombok Timur, FMI – Desa wisata menjadi salah satu ikhtiar masyarakat mewujudkan kesejahteraan. Karena itu, desa wisata tumbuh pesat dengan pengembangan berbagai potensi yang dimiliki sesuai karakter masing-masing desa.
Termasuk yang dilakukan masyarakat Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya. Bermodalkan Rp. 490 juta masyarakat setempat mengembangkan Bukit Kayangan menjadi sebuah objek wisata.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Timur M. Hairi mewakili Bupati menyampaikan selamat kepada warga setempat atas keberadaan objek wisata tersebut.
“Desa Labuhan Lombok harus mengikuti jejak desa-desa lain yang bahkan telah menunjukkan prestasinya hingga tingkat internasional,” harap kadis PMD usai melantik pengurus Forum Komunikasi Kepala Desa Lombok Timur Periode 2021-2024 yang diketuai Kades Jeruk Manis Nur Hadi Muis. Senin (20/12/21)
Selain itu, ia mengingatkan pemerintah desa dan pengelola wisata Bukit Kayangan untuk senantiasa berbenah, dengan tetap menjaga keseimbangan berbagai aspek, termasuk kelestarian lingkungan.
“Desa bersama masyarakat harus berkreasi dan berinovasi,” ujarnya
Masih kata dia, dana desa dapat dimanfaatkan untuk pengembangan desa wisata, juga pengembangan BUMDes. Bahkan BUMDes yang sehat dan berbadan hukum akan mendapat tambahan dana sebanyak Rp. 50 juta.
Sementara itu, Kepala Desa Labuhan Lombok Siti Zaenab dalam laporannya mengatakan, Bukit Kayangan diproyeksikan menjadi bagian dari paket wisata yang akan ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Labuhan Lombok.
Paket wisata ini, dipaparkannya, akan melibatkan seluruh potensi desa Labuhan Lombok. Dengan demikian seluruh elemen masyarakat dapat menikmati secara langsung dampak pengembangan pariwisata di kawasan tersebut.
“Bukit Kayangan yang masih dalam tahap pengembangan ini tidak hanya menyuguhkan panorama laut luas dan Rinjani di kejauhan, serta spot foto. Melainkan juga mengenalkan adat masyarakat setempat, seperti rumah dan pakaian adat masyarakat Labuhan Lombok,” pungkasnya
Seperti diketahui, Kepala Desa menyebutkan bahwa di desa Labuhan Lombok terdapat dua suku mayoritas, yaitu sasak dan bugis.
Pada kesempatan itu, turut hadir sejumlah pimpinan OPD, ketua GOW Lombok Timur, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. (FMI)