LOMBOK TIMUR | FMI – Pembangunan Puskesmas Sakra Timur, hingga kini belum juga rampung meski telah berjalan hampir dua tahun lebih sejak mulai dikerjakan pada masa pemerintahan Bupati Sukiman Azmy.
Kondisi ini mendapat sorotan dari tokoh pemuda Sakra Timur, Mahsar.
Ia mempertanyakan lambannya proses pembangunan dan mendesak pemerintah segera meresmikan serta mengoperasionalkan fasilitas kesehatan tersebut.
“Segera diresmikan dan difungsikan. Kalau masih belum, ini patut dipertanyakan,” ujar Mahsar, Senin.
Ditegaskan, pihaknya tengah menelusuri anggaran pembangunan Puskesmas tersebut. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, pihaknya tidak segan melaporkannya ke aparat penegak hukum (APH).
“Kalau ada temuan, kami akan laporkan ke APH,” tegasnya.
Sorotan serupa datang dari Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur, Eko Rahadi. Ia menyayangkan pembangunan yang hingga kini belum tuntas meski telah dimulai sejak 28 Agustus 2023.
“Puskesmas Sakra Timur sampai saat ini belum rampung, padahal masyarakat sangat membutuhkan fasilitas kesehatan ini karena lokasinya mudah dijangkau,” ujarnya.
Eko juga mendesak kontraktor agar segera menyelesaikan pekerjaan, serta meminta Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Kesehatan Lotim, memberikan klarifikasi.
“Kami tidak tahu apa kendala kontraktor sehingga bangunan ini tak kunjung selesai,” tegasnya.
Selain itu, Eko meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur untuk turun langsung mengawasi pembangunan tersebut.
“Dewan harus turun mengawasi proyek yang hampir tiga tahun tak rampung-rampung,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Gelanggang, Sugianto, membenarkan bahwa pembangunan Puskesmas Sakra Timur memang belum selesai.
“Ya, pekerjaannya belum rampung,” singkatnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Lalu. Aries Fahrozi, belum memberikan tanggapan.***













