LOMBOK TIMUR | FMI – Ketua Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Lombok Timur angkat bicara soal ramainya kritik terhadap Bupati Haerul Warisin yang kecewa atas penutupan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, respons Bupati sangat wajar bahkan proporsional sebagai kepala daerah.
“Kawan-kawan yang baik hati, saya justru bingung kenapa ramai-ramai mengkritik Bupati karena kecewa terhadap penutupan MBG. Kekecewaan Bupati atas penutupan program MBG di Lombok Timur sesuatu yang sangat wajar, bahkan bisa dikatakan sebagai respons yang proporsional dari seorang kepala daerah,” tulis Ketua Bapera di berbagai grup Whatshapp, Jumat (10/4).
Ia menegaskan, Bupati tidak hanya melihat MBG dari sisi administratif sebagai program pusat, tetapi dari dampak riil di lapangan. Program MBG menyentuh langsung rantai ekonomi desa, mulai dari penyedia bahan pangan, pelaku UMKM lokal, tenaga distribusi, hingga masyarakat penerima manfaat.
“Ketika program itu dihentikan, efeknya bukan sekadar berhenti pada layanan, tetapi ikut mengganggu perputaran ekonomi mikro yang sudah mulai terbentuk. Harusnya teman-teman penyelenggara lebih serius mengurus izin dan lebih tertib menyediakan yang terbaik,” lanjutnya.
Ketua Bapera menilai, jika Bupati tidak kecewa justru patut dipertanyakan. “Justru kalau Bupati tidak kecewa patut kita pertanyakan. Kekecewaan Bupati bukan sekadar reaksi emosional, tetapi cerminan tanggung jawab terhadap stabilitas ekonomi lokal dan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat desa,” tegasnya.
Namun, ia mengingatkan kekecewaan saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah menerjemahkan kekecewaan itu menjadi langkah konkret: menekan percepatan evaluasi, memastikan perbaikan di lapangan, dan memperjuangkan agar program bisa kembali berjalan dengan tata kelola yang lebih baik.
Ketua Bapera menyebut gerak cepat sudah dilakukan. “Saya melihat beberapa sudah mulai dapat SK pembukaan kembali, artinya gerak cepat sudah dilakukan,” tutupnya.
Pernyataan ini muncul di tengah polemik penutupan sejumlah dapur MBG yang sebelumnya dikritik Bupati karena berdampak pada ribuan anak didik yang kehilangan asupan makan bergizi.***













