
Lombok Utara – Usaha barbershop yang dirintis melalui program pemberdayaan di Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), hingga kini masih bertahan dan melayani masyarakat sekitar. Usaha pangkas rambut tersebut dikelola oleh Lalu Rodi Hartono, pemuda setempat.
Lalu Rodi mengungkapkan, keterampilan mencukur rambut mulai ia kuasai sejak masih duduk di sekolah di wilayah Bengkel. Saat itu, ia kerap diminta mencukur teman-temannya akibat razia rambut di sekolah.
“Dari situlah saya mulai bisa dan tertarik mencukur. Sepulang sekolah, saya mencukur teman-teman di dusun dengan alat seadanya,” kata Lalu Rodi, saat ditemui.
Seiring waktu, kemampuannya semakin dikenal warga. Ia kerap dipanggil untuk mencukur hingga berkeliling dusun.
Keinginan membuka tempat cukur sendiri sempat terkendala modal. Namun, melalui dukungan Kepala Dusun setempat, Lalu Rodi diusulkan mendapatkan bantuan dari YBM PLN.
“Setelah diusulkan, saya dibangunkan tempat cukur di depan rumah. Selain itu, saya juga dibimbing mengelola keuangan dan dibantu promosi lewat media sosial,” jelasnya.
Saat ini, barbershop tersebut masih beroperasi dengan kondisi bangunan yang terawat. Pelanggan datang dari berbagai kalangan, termasuk pemuda yang kerap mencukur pada malam hari.
Meski demikian, operasional usaha belum sepenuhnya konsisten karena adanya aktivitas lain di luar usaha pangkas rambut.
“Kalau tidak ada kegiatan lain, saya tetap buka dan menunggu pelanggan. Saya bertahan karena sudah nyaman menjalani profesi ini,” ujarnya.
Ke depan, Lalu Rodi berharap dapat membuka barbershop di lokasi yang lebih strategis.






