LOMBOK TIMUR | FMI – Forum Demokrasi Masyarakat Nusa Tenggara Barat (FORDEM NTB) menyatakan sikap tegas akan melaporkan dugaan peredaran susu kedaluwarsa dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Aparat Penegak Hukum (APH).
Selain itu, FORDEM NTB meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menutup dapur MBG yang terlibat karena dinilai membahayakan keselamatan anak.
Koordinator FORDEM NTB, Alfathul Ferdian, menegaskan bahwa temuan susu kedaluwarsa dalam program nasional yang menyasar anak-anak merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi.
“Ini bukan persoalan teknis biasa. Ini menyangkut keamanan pangan dan keselamatan anak. Karena itu, FORDEM NTB akan melaporkan kasus ini ke APH dan meminta BGN menutup dapur MBG yang terbukti bermasalah,” tegas Alfathul Ferdian
Menurut Alfathul, dalih kecolongan tidak dapat dijadikan alasan pembenar, sebab setiap dapur MBG memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan seluruh bahan pangan yang didistribusikan layak konsumsi dan aman.
FORDEM NTB menilai, penutupan dapur MBG yang terlibat merupakan langkah tegas dan perlu, sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi anak-anak dari risiko pangan berbahaya.
“Program MBG dibiayai oleh uang negara dan menyasar anak-anak. Jika satu dapur terbukti lalai hingga mendistribusikan susu kedaluwarsa, maka dapur tersebut tidak layak lagi mengelola program ini,” ujarnya.
Selain mendorong penutupan dapur, FORDEM NTB juga meminta APH mengusut tuntas rantai distribusi susu, mulai dari supplier, proses pengadaan, penyimpanan, hingga penyaluran ke sekolah-sekolah, guna memastikan apakah terdapat unsur kelalaian berat atau dugaan pelanggaran hukum lainnya.
FORDEM NTB menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaksana Program MBG di NTB, agar tidak bermain-main dengan kualitas dan keamanan pangan.
“Keselamatan anak adalah hukum tertinggi. Tidak boleh ada kompromi dalam program negara yang menyangkut masa depan generasi,” tutup Alfathul Ferdian.***













