LOMBOK TIMUR | FMI – Sejumlah pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi kepemudaan di Lombok Timur mengambil sikap tegas tidak mengahdiri undangan silaturahmi yang diinisiasi Polres setempat.
Ketua GP-Anti Koropsi, M. Ihwan dengan tegas menolak kehadirannya dalam giat silaturahmi Polres Lombok Timur dengan pimpinan organisasi dan LSM.
“Alasan kami menolak kehadiran karena surat undangannya kami terima sehari sebelum acara,” ujar Ihwan kepada wartawan fokusmediaindonesia.id, Rabu, 12 November 2025.
Selain itu, Ihwan mengatakan bahawa pihaknya tidak akan bertemu dengan Kapolres Lombok Timur sebelum ada klarifikasi terkait tuntutan ketika aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
“Kami di GP – Anti Korupsi tidak akan pernah mau ketemu dengan Polres Lombok Timur sebelum ada klarifikasi dugaan praktik pemotongan sebesar 30 persen terhadap anggaran operasional di seluruh Polsek se-Kabupaten Lombok Timur,” tegasnya.
Senada, Ketua Rinjani Foundation (RF), M. Taufik juga dengan tegas menolak kehadiran dalam acara silaturhami yang digagas Polres Lotim.
“Kami tidak hadir karena tidak mengetahui apa maksud dari undangan Kapolres ini,” ujarnya
Selain itu, M. Taofik menilai Kapolres Lombok Timur saat ini tidak mencerminkan sebagai pemimpin, karena kurang aktif menjalin komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.
“Kapolres sekarang tidak seperti Kapolres sebelumnya yang aktif berkunjung dan berkomunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya media ini menerima informasi terkait undangan silaturahmi yang digagas Polres Lombok Timur dengan nomor surat:B/Und-1521/IX/KEP/2025. Jumlah pimpinan LSM, OKP dan organisasi wartawan yang diundang sebanyak 43 orang. ***













