LOMBOK TIMUR | FMI – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Bali Nusra, melalui Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) menyoroti pendistribusian program makan bergizi gratis (MBG) di hari pertama bulan ramadhan.
“Pelayanan salah satu SPPG di kecamatan Jerowaru di bulan ramdahan ini sangat bobrok. Buktinya pada hari pertama masuk sekolah, siswa harus ke sekolah selesai asar untuk ambil MBG_nya, ini kan keliru,” tandas Dedi Wahyudi, Senin 23 Februari 2026.
Ia berharap SPPG di Lombok Timur lebih mengedepankan pelayanan yang prima serta tidak mempersulit penerima manfaat (PM) pada bulan ramadhan ini.
Kendati demikian, Dedi Wahyudi sangat sayangkan minimnya pengawasan dari koordinator wilayah Lombok Timur, yang dinilai muncul tenggelam dalam merespon keluhan menu MBG yang semakin buruk.
“Kami minta kepada BGN untuk segera melakukan evaluasi bahkan copot Korwil BGN Lombok Timur yang minim pengawasan serta jarang muncul dalam merespon keluhan PM,” tegasnya.
Merespon kritikan HMI Badko Bali Nusra, Korwil BGN Lotim, Agamawan menegaskan bahwa pengawasan dilakukan oleh kepala SPPG, pengawas gizi dan pengawas akuntan serta aslap.
Sebelum pendistribusian bulan Ramdhan, kata dia, sudah menyampaikan sistem penyalurannya sesuai dengan pedoman selama ramadhan dan kondisi penerima manfaat.
“Korwil hanya menyampaikan apa yang menjadi pedoman selama Ramadhan dan mengurus adminstrasi SPPG. Mengenai pelaksanan di lapagan lebih ke SPPG masing-masing, karena tidak mungkin semuanya bisa di kontrol dari sekian banyaknya,” ujarnya.***













