LOMBOK TIMUR | FMI – Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Hijriati alamat Desa Kembang Are, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur menjadi korban kekerasan, bermula dari perselisihan sederhana.
Kejadian tersebut bermula ketika Hijriati yang saat itu berada didalam dirumahnya mendengar pelaku inisial M tengah menebang pohon di belakang rumahnya.
Pohon yang ditebang M menimpa atap rumah Hijriati sehingga mengalami kerusakan.
”Saat itu saya sedang dirumah, tiba-tiba saya denger orang nebang pohon di belakang rumah, pohon itu jatuh di atap rumah saya yang membuat atap itu rusak,” jelas Hijriati pada Rabu, 19 November 2025.
Karena atap rumah rusak, kata Hijriati, ia langsung menegur M, namun M tidak terima di tegur, marah dan melakukan tindakan kekerasan dengan mendorong dan mencekik dirinya.
”Karena dia marah, akhirnya saya di dorong sampai terjatuh dan mencekik saya sampai ada bekas goresan di leher saya,” lanjutnya.
Selain itu, kata dia, M juga mengayunkan senjata tajam berupa arit yang biasa dipakai bertani ke leher dirinya sambil mengatakan bahasa ancaman, “Sambil memegang arit, M mengancam saya agar saya menjaga diri,” tutupnya.
Ditempat terpisah, Ketua Ormas Gerakan Advokasi Nusantara (GANAS) Lalu Anugrah Bayu Adi mengatakan akan membantu Ibu Hijriati menyelesaikan persoalan yang dialami.
”Saya atas nama pribadi akan mengambil langkah untuk turun mengadvokasi Hijriati, kalaupun nantinya masalah ini masuk ke APH, saya akan bantu dengan menggunakan kuasa hukum,” Ujar Anugrah.
”Kami akan laporkan kasus ini ke Polsek setempat agar pelaku tidak seenaknya dalam bertindak,” tutup Anugerah.***













