LOMBOK TIMUR | FMI – Kabupaten Lombok Timur meraih dua penghargaan membanggakan di tingkat nasional pada pertemuan tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Jakarta.
Kedua penghargaan tersebut yakni terbaik pertama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Berprestasi untuk kategori Kabupaten wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Penghargaan kedua yakni Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai Kabupaten terbaik tingkat nasional.
Kedua penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan daerah. Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin pada acara yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, dua penghargaan itu diberikan atas kinerja TPID dan TP2DD yang dinilai memiliki ekosistem kuat serta kontribusi optimal dalam menjaga stabilitas harga dan mempercepat digitalisasi layanan di daerah.
Bupati memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan dalam pengendalian inflasi daerah seperti gerakan menanam cabai bagi aparatur sipil negara (ASN), perluasan areal tanam, memberikan dukungan kepada champion cabe serta melakukan kerja sama antar daerah penghasil dan konsumen seperti kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur dengan Kabupaten Jember, Bima, dan Kutai Kertanegara.
Kemudian, untuk program tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD) bersama Bank Indonesia dan Bank NTB syariah terus memperluas dan meningkatkan elektronifikasi keuangan daerah khususnya dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah.
Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berupaya terus mengurangi kebocoran dalam penanganan pajak, retribusi pasar dan lainnya melalui pengawasan ketat dengan sistem digitalisasi.
“Hasilnya PAD Lombok Timur terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sebagai catatan tahun 2023 PAD terealisasi 60 persen, 2024 naik menjadi 80,1,” tukasnya.
Selain itu, kata Bupati, dalam rangka menstabilkan inflasi, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menggelontorkan Rp40 Milyar untuk pembelian sembako yang selanjutnya diserahkan kepada masyarakat.
“Pemerintah juga menganggarkan dana untuk penerangan jalan umum di sejumlah ruas jalan di Lombok Timur,” kata Bupati.***













