LOMBOK TIMUR | FMI – Massa aksi Pemuda NWDI dan Himmah NWDI yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Lombok Timur Menggugat akan kembali mendatangi Kantor Kepolisian Resort (Polres) Lombok Timur.
Mereka akan datang dengan massa lebih banyak untuk menyampaikan tuntutan terkait proyek pembangunan gedung pelayanan BPKB Polres Lombok Timur senilai Rp25,7 miliar.
“Kita akan datang kembali, meminta Kapolres Lombok Timur untuk menjelaskan kejanggalan dalam pembangunan Gedung BPKB,” tegas Mahsar Baok.
Terkait pembangunan gedung BPKB tersebut, Mahsar menyebut pihaknya menduga kuat adanya indikasi penyimpangan dan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran pada yang proyek bernilai fantastis tersebut.
Ia menilai pembangunan gedung tiga lantai itu sarat pelanggaran teknis dan administrasi, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan pekerja maupun pengguna gedung di masa mendatang.
“Bangunan tiga lantai dengan dana fantastis itu terindikasi tidak memiliki fondasi. Ini sangat membahayakan,” ujarnya.
Sebelumnya, kelompok massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Lombok Timur Menggugat telah melakukan aksi demonstrasi. Dalam aksi itu, Kapolres belum berkesempatan menemui massa, sehingga massa akasi berjanji akan kembali lagi dengan massa lebih banyak lagi.***













