LOMBOK TIMUR

MBG di Jerowaru Berdayakan UMKM dan Serap Ratusan Tenaga Kerja Lewat Dapur SPPG

×

MBG di Jerowaru Berdayakan UMKM dan Serap Ratusan Tenaga Kerja Lewat Dapur SPPG

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah menyerap banyak tenaga kerja diberbagai daerah. Khususnya di wilayah Lombok Timur, Kecamatan Jerowaru, hadirnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam aspek ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Hingga hari ini, sebanyak 9 SPPG telah beroperasi aktif di Kecamatan Jerowaru dan telah menyerap 400 lebih tenaga kerja atau relawan,” ujar Andri Sahria kepada wartawan media ini, Rabu 11 Maret 2026.

Menurutnya, kehadiran dapur layanan gizi tidak hanya memastikan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga membuka lebih dari 400 lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.

“Jumlah ini merupakan tenaga kerja operasional di SPPG, dan belum termasuk Pengawas Keuangan, Pengawas Gizi, serta Kepala SPPG yang juga terlibat dalam pelaksanaan program,” imbuh Andri sapaan akrabnya.

Tidak hanya pada tenaga kerja langsung, kata Andri, dampak ekonomi juga terasa pada rantai pasok bahan baku. Kebutuhan operasional SPPG mendorong keterlibatan berbagai supplier dan pelaku usaha lokal. Diperkirakan setiap SPPG bekerja sama dengan sekitar 10 supplier bahan baku, mulai dari penyedia telur ayam dan puyuh, roti, sayur-sayuran lokal, buah, hingga bahan pangan lainnya.

“Dari 9 SPPG yang telah berjalan, program ini telah melibatkan lebih dari 50 pelaku UMKM lokal di Kecamatan Jerowaru dan sekitarnya. Selain sebagai supplier, lapangan pekerjaan juga terbuka bagi masyarakat sebagai driver supplier, hingga tenaga logistik lainnya,” kata Andri.

Program ini, tegas Andri menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan publik dapat berdampak langsung pada masyarakat. Kelibatan lebih dari 400 pekerja lokal dan UMKM sebagai supplier merupakan bukti nyata bahwa pajak rakyat kembali kepada rakyat.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Agamawan Salam menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada aspek pemenuhan gizi, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal.

“Program MBG melalui SPPG di berbagai wilayah dirancang tidak hanya untuk memastikan pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal. Dengan melibatkan tenaga kerja lokal serta UMKM sebagai supplier, program ini diharapkan mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, pihak SPPG tetap membuka ruang evaluasi dan perbaikan terhadap pelayanan program. “Kami tetap membuka ruang kritik dan saran dari masyarakat maupun relawan. Hal ini penting agar setiap pelayanan dapat terus ditingkatkan sehingga manfaat program benar-benar optimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan operasional SPPG yang terus berkembang, program MBG di Jerowaru diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan pencipta lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Sedangkan menururt salah satu relawan yang enggan dipublikasi identitasnya menegaskan bahwa, kehadiran program MBG memberikan perubahan nyata bagi masyarakat. “Sejak adanya SPPG, kami para pekerja untuk pertama kalinya mendapatkan gaji yang layak untuk pekerjaan yang serupa,” ujarnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *