LOMBOK TIMUR

Tak Terima Siswanya Diberikan Buah Busuk, Guru di Jerowaru Protes Dapur MBG Siwi Lewat Medsos

×

Tak Terima Siswanya Diberikan Buah Busuk, Guru di Jerowaru Protes Dapur MBG Siwi Lewat Medsos

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Viral seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kecamatan Jerowaru memprotes Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Madani Siwi lantaran menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa pada Sabtu 17 Januari 2025 disebut tak layak konsumsi.

Pemilik akun bernama Bang Onny dalam postingannya meminta kepada Kepala SPPG agar bertanggungjawab penuh untuk memonitoring petugas di bagian penataan makanan.

“Jangan sampai seperti ini kejadiannya, kami debirikan makanan sudah busuk. Siswa kami bukan alat percobaan dikasi buah busuk. Tolong untuk kepala SPPG lebih tegas lagi untuk diawasi,” tulis aku itu.

Dalam potingan lain, ia meminta kepada netizen untuk memviralkan kejadian yang dianggapanya sudah kelewatan batas. “Tolong di viralkan SPPG Al-madani Siwi, Sukaraja Kecamaatan Jerowaru. Ini sudah kelewatan batas dan sangat miris. Ini siswa bukan hewan yang mau dijadikan alat percobaan,” pungkasnya.

“Dikira siswa kita alat percobaan. Mau dapat enaknya saja. Siswa kita kenak imbas,” tulisnya dalam postingan lain.

Dalam postingan lain, sosok yang diketahui sebagai guru itu memposting menu telur yang diberikan kepada siswa dalam kondisi sudah tak layak konsumsi, lantaran sudah mengeluarkan bau tak sedap.

“Kemungkinan ini telur dua hari lalu yang dikasi kepada siswa. Terlur sudah busuk, sudah gak layak di konsumsi. Hadeeehhhh,” sesalnya.

Sementara kepala SPPG Al-Madani Siwi, Muhammad Abduhu kepada wartawan media ini menegaskan bahwa pihak telah mengganti buah salak yang rusak.

“Itu sudah diganti saudara untuk salaknya yang rusak, di hari pas pak wakanya lapor ke sppg, dan telur itu gak busuk, itu ciri has telur bau amis,” pungkasnya.

Menurut Abduhu sapaan akrab kepala SPPG itu, awalnya salak yang diproleh dari supplier kondisinya sangat baik. Karana wadah packing tertutup rapat disinyalir menjadi penyebab buah rusak dan busuk.

“Kemungkinan itu efek terjadi rawan kerusakan salak, karena tidak ada siklus udara yang masuk di kantong atau poch pakingnya,” terangnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *