LOMBOK TIMUR | FMI – Gelombang dukungan datang dari berbagai elemen pemuda dan organisasi kepemudaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada Daud Azhari atau kerap disapa Daud Gerung.
Salah satunya, dukungan dari perwakilan Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa dan dan Pemuda Republik Indonesia (DPC GMPRI) Lombok Timur.
Ihwan mengatakan Musda Lanjutan itu merupakan upaya memecah belah kekuatan pemuda di NTB, dimana KNPI sedang gencar melakukan konsolidasi pemuda untuk bersama-sama membangun Daerah.
“Ini jelas upaya memecah belah kekuatan Pemuda NTB, padahal KNPI sedang gencar-gencarnya melakuakm konsolidasi untuk sama-sama membangun daerah tercinta,” sesal Ihwan, Senin 15 Desember 2025.
Lebih lanjut Ihwan menjelaskan terpiihnya Daud Gerung sah dan mempunyai legitimasi yang kuat karena Musda di hotel Raja Mandalika yang digelar pada tanggal 13-14 Desember 2025 dihadiri langsung para petinggi DPP KNPI dan juga DPD I KNPI NTB dan melewati proses secara formal dibuka dan ditutup secara resmi.
“Terpilihnya Bung Daud Gerung ini sah dan legitimet melalui forum tertinggi organisasi dan dihadiri oleh petinggi DPP KNPI dan DPD I KNPI NTB, dan kalau ada yang menyatakan terpilih kembali ini aneh,” kata Ihwan.
Menurut Ihwan Daud Gerung memiliki rekam jejak yang jelas dalam memimpin dan mengelola organisasi kepemudaan dengan segudang pengalamannya memimpin dari sejak masih di kampus hingga pimpinan Nasional.
“Kita ini selektif memilih pemimpin tidak beli kucing dalam karung, Bung Daud Gerung ini punya rekam jejak yang jelas dalam memimpin dan mengelola organisasi dari tingkat kampus hingga nasional,” katanya.
Ihwan menegaskan menolak Musda abal-abal karena Menurutnya forum yang digelar selain di hotel Raja itu tidak sah.
“Kami dengan tegas menolak musda abal-abal, ngga jelas itu,” tegasnya.***













