LOMBOK TIMUR | FMI – Jagat media sosial (Medsos) digemparkan dengan beredarnya Video menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak konsumsi, lantaran salah satu menu pada ompreng yang dibagikan kepada siswa dalam kondisi sudah belatungan atau ditemukan ulat.
Informasi yang diterima media ini, menu tersebut didistribusikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) YPIT Dhiaul Fikri, Desa Pijot, Kecamatan Keruak.
Menu tersebut, menurut informasi yang beredar, diterima siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Al-Halim, Kampung Baru, Desa Tanjung Luar, Senin kemarin.
Nampak dalam video yang beredar, ulat tersebut dalam kondisi masih hidup. Hal ini memperkuat dugaan lemahnya standar higienitas dalam proses produksi.
Sekretaris Forum Komunikasi dan Kajian Masyarakat NTB (FKKM NTB) merespons keras temuan ini. Ia mendesak agar pengawas serta Badan Gizi Nasional (BGN) segera menjatuhkan sanksi tegas berupa penutupan permanen terhadap dapur yang bersangkutan.
“Ini bukan sekadar kelalaian biasa. Ini indikasi kuat adanya kegagalan sistemik dalam pengelolaan dapur MBG. Kami juga menduga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Harus ada audit menyeluruh,” tegasnya.
Sepala SPPG YPIT Dhiaul Fikri, Desa Pijot, Rizkan melalui sambungan telpon, Rabu 8 April 2026, memberkan bahwa Video menu MBG yang beredar merupakan menu yang didistribusikan oleh dapur yang dipimpinnya pada Senin 6 Apri kemarin.
Menurut Rizkan, ketika pihaknya menerima laporan teekait menu tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat untuk melakukan penggantian. “Itu memang menu kami, dan hanya ditemukan di satu ompreng. Hari itu juga kami lakukan penggantian,” ujarnya.***













