LOMBOK TIMUR | FMI – Isu kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau gas melon di Lombok Timur belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Termasuk di media sosial.
“Gas LPG 3 Kg mulai langka, sudah dua hari ini di wilayah kotaraja dan sekitarnya bahkan di Lombok Timur,” tulis Lalu Arwan, dikutip dalam akun facebook miliknya, Rabu 17 September 2025.
Warganet juga mempertanyakan dalang dibalik langkanya Gas LPG saat ini. Menurutnya, pemerintah harus segara ambil tindakan mengingat warga sangat membutuhkan Gas untuk keperluan memasak.
“Pemerintah setempat perlu mengusut tuntas masalah ini. Ini sangat meresahkan masyarakat kecil. Mengingat masyarakat yang sangat membutuhkan gas untuk saat-saat ini,” desak warga
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur (Lotim) Mahsin dengan tegas membantah adanya kelangkaan LPG 3 kilogram bersubsidi di Lotim sebagaimana informasi yang beredar.
“Tidak benar adanya kelangkaan LPG 3 Kilogram di Lotim,” tegas Mahsin saat dikonfirmasi, Rabu 17 September 2025
Menurutnya, di Lotim stok sangat ready di SPPBE, Agen, Pangkalan dan Pengecer yang ada sampai di kios- kios pedagang masih tersedia.
Apalagi pihaknya telah turun ke lapangan bersama dengan tim untuk melihat secara langsung dan rill kondisi yang ada mengenai masalah LPG yang subsidi maupun non subsidi.
Dimana Tim Pemantau dan Pengawasan Bapokting (Barang Pokok dan Barang Penting) di Disdag Lotim sudah berkomunikasi langsung dan cek lapangan yang mana rata- rata pendistribusian LPG 3 kg.
“Saat ini pendistribusian sedang on the way ke tempat- tempat biasanya yaitu pengantaran ke D1, D2, pengecer, kios- kios penyedia,” tambahnya mungkin adanya keterlambatan dalam pendistribusian.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan Lotim ini juga menandaskan mungkin saja secara kebetulan di tempat tertentu ada masyarakat yang saat membutuh gas LPG 3 kg saat itu tidak bisa mendapatkannya.
Sehingga dikatakan mengalami kelangkaan maka tidak berarti secara general ada kelangkaan sebagaimana yang diributkan masyarakat saat ini.
“Kita tetap pantau dan awasi peredaran gas LPG dilapangan,” tukasnya.***













