LOMBOK TIMUR | FMI – Seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian sekretariat daerah, dan direktur badan usaha milik daerah (BUMD), dikumpulkan dalam rapata koordinasi di BPVP Lombok Timur, Senin, 22 September 2025.
Dalam rapat koordinasi itu, seluruh pimpinan OPD diberi kesempatan memaparkan capaian dan kendala yang dihadapi dalam memenuhi target maupun menjalankan program kerja. Mereka diminta menyampaikan apa adanya untuk dicarikan solusinya bersama.
Orang nomor satu di Lombok Timur itu memberikan perhatian terhadap sejumlah isu penting, salah satunya kemiskinan ekstrim. Percepatan penurunan kemiskinan ekstrim salah satunya akan dimulai dari desa. Bahkan Bupati berencana mengumpulkan kepala desa agar sama-sama mendukung penurunan kemiskinan.
Aspek kesehatan terkait masyarakat miskin dan miskin esktrim ini juga tidak luput dari perhatian Bupati. Ia memastikan agar seluruh masyarakat miskin ekstrim ketika sakit dapat terlayani dengan baik.
Ia meminta seluruh direktur RSUD memberikan perhatian serius dan memberikan layanan terhadap penduduk miskin esktrim yang telah terdata by name by address, “Justru orang miskin yang harus anda kawal,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya berpesan untuk bekerja secara sungguh-sungguh dan bekerja sama dengan baik. Ia pun mengingatkan pentingnya aspek perencanaan yang menentukan hasil akhir ke depan.
Pada kesempatan tersebut disampaikan pula serapan dan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing OPD hingga 19 September.
Berdasarkan OPD dari aspek pendapatan angkanya berada di 67,83 persen bila merujuk RAPBD Perubahan, dan 69,06 persen merujuk APBD 2025.***













