LOMBOK TIMUR | FMI – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Melakukan Aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Kesehatan dan Gedung Kantor Bupati Lombok Timur
Dalam aksi tersebut, PMII Menyoroti beberapa permasalahan Makan Bergizi Gratis yang menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat.
Yogi Setiawan, Koordinator Umum Aksi Menyampaikan dalam orasinya, bahwa banyak sekali SPPG yang di duga belum memenuhi standar kelayakan sebagai mana yang di atur dalam regulasi teknis penyelenggaraan makan bergizi gratis.
“Dari ratusan SPPG yang sudah running, Ada berapa yah sudah mengantongi SLHS? jangan sampai Dinas Kesehatan bermain dalam proses penerbitan sertifikat ini, apalagi dari hasil penelusuran kami, banyak sekali elite Daerah yang punya dapur,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ketua Umum PMII Lombok Timur itu mengatakan, peristiwa keracunan yang terjadi di salah satu SPPG Kecamatan Pringgabaya yang menyeret Nama Bupati Lombok Timur H. haerul Warisin telah menjadi catatan hitam bagi penyelenggaraan MBG di lombok Timur.
“Kami akan bersurat ke BGN Pusat agar dapur tersebut di tutup, ini sudah bukan lagi makan bergizi gratis, tapi makan gratis yang di racuni,” ujarnya
Di akhir orasinya, Yogi menyampaikan bahwa aksi yang di pimpin nya itu bukan aksi yang terakhir, melainkan akan ada aksi lanjutan dengan muatan yang lebih mendalam.
“Ini bukan akhir dari aksi kami, sore ini kami akan bersurat ke Polres Lombok Timur untuk memasukkan aksi lanjutan dengan membawa massa yang lebih banyak lagi,”Pungkasnya













