LOMBOK TIMUR | FMI – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Selaparang Finansial tahun buku 2025, dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, Selasa 3 Maret 2026.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa kegagalan atau keberhasilan sebuah lembaga keuangan merupakan hasil dari ketepatan strategi dan upaya manajemen mencari solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi.
Orang nomor satu di Lombok Timur itu menyoroti performa PT Selaparang Finansial yang dinilai masih jauh dari harapan, terutama terkait tingginya angka kredit macet dan kecilnya keuntungan yang dibukukan.
“Yang saya lihat ini keuntungan di bawah 5 persen tapi kredit macet di atas 10 persen. Apakah itu bagus? Tidak,” kata Bupati.
Sebagai langkah konkret, Bupati menginstruksikan manajemen PT Selaparang Finansial untuk memprioritaskan penagihan utang dengan melibatkan seluruh karyawan, di mana sebelumnya para karyawan ini harus mendapat pelatihan terkait tugas tersebut.
Tidak hanya untuk PT Selaparang Finansial, Bupati juga menegaskan bahwa BUMD memiliki fungsi ganda yaitu meraih profit sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
“Bekerja di BUMD bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan untuk melayani masyarakat,” tegas Bupati sembari meminta agar direksi tidak mengambil kebijakan sepihak.
Selain itu, Bupati meminta para direksi agar membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan tenaga ahli agar keputusan yang diambil tidak merugikan perusahaan.
“Setiap kebijakan mutasi atau perubahan struktur harus berlandaskan pada kebutuhan efektivitas bisnis serta kesadaran diri akan tanggung jawab,” pungkasnya.
Menutup arahannya, Bupati meminta PT Selaparang Finansial untuk melakukan pemetaan ulang terhadap potensi pasar dan kapasitas SDM yang ada. Ia berharap manajemen berpikir lebih keras dan berinovasi agar dana yang ada tidak hanya mengendap di bank, tetapi berputar secara produktif untuk masyarakat.
“Kita sesuaikan target dengan potensi yang masuk akal. Saya ingin melihat perubahan nyata pada RUPS tahun depan, kredit macet turun dan keuntungan harus naik,” pungkas Bupati.
Dewan Komisaris Utama PT Selaparang Finansial Muhammad Isra’I mengakui bahwa meskipun mencatatkan pertumbuhan hasil usaha dibandingkan tahun sebelumnya, kinerja BUMD ini sepanjang tahun 2025 belum maksimal.
Kondisi tersebut, jelasnya, dipengaruhi oleh dinamika ekonomi nasional, kebijakan keuangan, serta keterbatasan anggaran pembangunan daerah. Dewan Komisaris menegaskan bahwa periode ini merupakan fase transisi krusial dalam estafet kepemimpinan yang harus dikelola secara akuntabel demi perbaikan berkelanjutan.
“Guna memperbaiki kondisi perusahaan dan meningkatkan performa di masa mendatang, PT Selaparang Finansial tengah mengimplementasikan sejumlah langkah strategis,” ujarnya.
Selain melakukan restrukturisasi piutang dan penataan penyertaan modal, kata dia, BUMD ini juga memperkuat prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, melakukan optimalisasi biaya operasional perusahaan sepanjang tahun berjalan, memperbaiki sistem Pengendalian Internal (SPI) dan tata kelola yang transparan, serta fokus pada penanganan dan penyelesaian kredit macet untuk menyehatkan neraca perusahaan.***













