LOMBOK TIMUR | FMI – Wilayah selatan Lombok Timur setiap tahun menjadi langganan keterbatasan air bersih. Dampak dari musim kemarau yang berlangsung mulai April hingga September.
Untuk menghadapi problem ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur akan mengambil langkah antisipasi untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Penyesuaian pada sistem operasional, khususnya dalam pengaturan distribusi air agar tetap seimbang di seluruh wilayah layanan menjadi langkah awal perusahaan air minum tersebut.
PDAM akan menerapkan pengendalian debit air secara bertahap, kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Lombok Timur, Sofian Hakim, Hal ini dilakukan untuk menjaga kestabilan tekanan dalam jaringan distribusi, terutama saat volume sumber air mulai mengalami penurunan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, tim teknis akan mengatur aliran air melalui mekanisme buka-tutup valve secara terjadwal. “Langkah ini kita harapkan mampu mendistribusikan air secara merata, sehingga pelanggan di wilayah ujung jaringan tetap mendapatkan pasokan,” ujarnya.
Pentingnya menjaga keseimbangan distribusi, kata Sofian Hakim menjadi penekanannya. Sebab menurut dia, jika aliran dipaksakan dalam kondisi sumber air terbatas, risiko kerusakan jaringan seperti gangguan tekanan dan penyumbatan udara dapat meningkat, yang berpotensi menyebabkan air tidak mengalir ke pelanggan.
Selain itu, pemantauan terhadap kondisi sumber air dilakukan secara intensif untuk mengetahui perubahan debit secara berkala. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan distribusi bantuan air menggunakan mobil tangki apabila diperlukan.
“Selama debit air masih berada dalam batas aman, layanan akan berjalan normal. Namun, jika terjadi penurunan signifikan hingga sekitar 70 liter per detik, PDAM akan segera menerapkan sistem distribusi bergilir sebagai upaya menjaga ketersediaan air bagi seluruh pelanggan,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah ini, jelas dia, PDAM Lombok Timur berharap dapat meminimalkan dampak kekeringan serta menjaga kelancaran layanan air bersih selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang.***













