LOMBOK TIMUR | FMI – Pemerintah daerah (Pemda) Lombok Timur dibawah kepemimpinan Bupati Haerul Warisin dan Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya berkomitmen untuk menjaga birokrasi yang bersih dari praktik jual beli jabatan.
Sehingga pada masa kepemimpinannya ini, Bupati sangat membutuhkan orang-orang yang serius dan mau bekerja sama membangun daerah.
“Saya butuh orang-orang yang bisa bekerja sama membangun daerah, bukan yang sekadar mencari puji-pujian,” ungkapnya ketika menghadiri acara Halal Bihalal bersama Forum Komunikasi ASN Kategori II (K2) Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung di Sanggar Ambung Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, Senin 30 Marer 2026.
Acara yang mengusung tema Memperkuat Silaturahmi, Meneguhkan Keikhlasan, dan Integritas ASN Kategori II Menuju Lombok Timur SMART ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan Forum ASN K2 se-Kabupaten Lombok Timur.
Bahkan di hadapan para ASN dan tamu undangan, orang nomor satu di Lombok Timur itu tegas mengungkapkam komitmennya untuk menjaga birokrasi yang bersih dari praktik sogok-menyogok dan jual beli jabatan.
“Haram hukumnya bagi saya menerima uang dari orang yang saya angkat menjadi pejabat. Jika saya terima uang, artinya saya tidak ikhlas. Selain itu, kalau pejabat masuk dengan menyogok, mereka akan berbuat aneh-aneh dan saya tidak akan punya kekuatan untuk menindak atau memindahkan mereka,” ungkapnya dengan lugas.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh ASN Lombok Timur untuk fokus pada pelayanan publik dan mengesampingkan dinamika politik yang tidak produktif. Ia meminta ASN di instansi masing-masing untuk bekerja tulus demi kemajuan Lombok Timur.
Menurutnya esensi kehadiran pemerintah adalah membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Karena itu, Ia mengajak ASN untuk aktif dan tidak apatis terhadap kondisi sosial ekonomi daerah.
Bupati menyadari bahwa membangun Lombok Timur tidak bisa dilakukan secara sendirian. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan penempatan orang yang tepat berdasarkan catatan kinerja, bukan kedekatan.
Selain itu, Bupati menyinggung kemungkinan diberlakukannya kembali sistem Work From Home (WFH) sebagai respons terhadap potensi kelangkaan BBM dan upaya efisiensi operasional kendaraan bermotor.
Ketua Forum ASN K2 Lotim, Amirudin, menyampaikan rasa syukurnya atas kerja sama yang luar biasa dari seluruh anggota. Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas forum agar tetap berada di jalur yang benar dan resmi.
“Saat ini tercatat sebanyak 669 orang masuk dalam database ASN K2,” ungkapnya.***













