LOMBOK TIMUR | FMI – Usai mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Timur, di Kecamatan Labuhan Haji, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pusat beserta rombongan dijadwalkan melaksanakan panen raya jagung Varietas ADV Jago di Desa Gunung Malang, kecamatan Pringgabaya, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan Panen di Lombok Timur merupakan panen perdana pada 2026. Ini bagian dari program ketahanan pangan Baznas yang dikembangkan di 80 titik seluruh Indonesia.
Pantauan wartawan di lokasi, kegiatan panen raya nampak dihadir Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, Sekretaris Daerah Juaini Taofik, Ketua Baznas Lombok Timur serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lotim.
Ketua Baznas Pusat Dr. Ir. KH. Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Menurutnya, Bupati memiliki komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Alhamdulillah dengan dukungan dan kerja sama Bupati Lombok Timur yang memiliki komitmen kepada masyarakat, hari ini Baznas secara simbolik melakukan panen raya jagung,” ujarnya.
Sodik Mudjahid menjelaskan, program ini bertujuan mendukung agenda ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban Baznas kepada para muzaki.
“Ini adalah laporan pertanggungjawaban kepada para muzaki. Kami sudah panen, dan dengan dukungan Bupati, hasilnya dirasakan oleh para mustahik yang mengelola,” katanya.
Ia berharap program serupa dapat diperluas sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat.
Di Lombok Timur, kata dia, lahan yang dipanen mencakup puluhan hektare. Untuk pengembangan pertanian jagung, Baznas menyalurkan bantuan senilai Rp900 juta.
“Bentuknya uang tunai, khusus untuk pengembangan pertanian jagung,” jelasnya.
Selain jagung dan padi, kata dia, program pemberdayaan Baznas juga meliputi budi daya ikan, peternakan sapi, UMKM, layanan kesehatan melalui Rumah Sehat Baznas, serta pendidikan.
Terkait penyerapan hasil panen, Baznas akan bersinergi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Nanti dengan dukungan Bupati, kita pikirkan serapannya, termasuk bersinergi dengan program MBG yang memiliki permintaan tinggi di desa-desa,” ujar Sodik.
Skema tersebut memungkinkan petani binaan Baznas memasok komoditas seperti jagung dan ikan untuk kebutuhan program MBG. “Kami membina penduduk lokal menjadi pelaku usaha, kemudian hasil produksinya diserap,” tambahnya.
Sodik menyebut keberhasilan di Lotim diharapkan menjadi pemicu bagi muzaki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Ia juga menyebut kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan berpotensi diterapkan di daerah lain.***













