LOMBOK TIMUR | FMI – Perum Bulog Kantor Cabang Lombok Timur terus mengebut serapan gabah atau beras petani. Hingga Jumaat (24/4/2026), capaian serapan mencapai 22.899 ton setara beras dari target 45.657 ton yang ditetapkan tahun 2026.
Pemimpin Perum Bulog Kancab Lombok Timur Dindy Wida Pusparanti mengatakan, pihaknya optimistis target tersebut tercapai. Sejumlah strategi disiapkan untuk mengamankan stok dan harga di tingkat petani.
“Untuk mencapai target, kami menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra dan swasta,” ujar Dindy, Kamis (24/4/2026).
Dindy menjelaskan, Bulog Lotim memperkuat sinergi lintas sektor dengan TNI dan pemerintah daerah. Kerja sama dilakukan melalui Tim Jemput Pangan (TJP), pemantauan titik panen, serta pengawasan harga agar tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Dengan langkah-langkah tersebut, kami optimistis target serapan gabah dan beras tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus menjaga stabilitas harga dan melindungi pendapatan petani di NTB, khususnya Kabupaten Lombok Timur,” tegasnya.
Capaian Bulog Lotim turut menopang rekor nasional. Secara keseluruhan, Perum Bulog mencatatkan sejarah baru dengan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menembus 5.000.198 ton per 23 April 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut capaian 5 juta ton itu sebagai bukti komitmen Bulog menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
Saat ini Bulog didukung lebih dari 1.500 gudang milik sendiri dan lebih dari 1.200 gudang mitra sewa di seluruh Indonesia untuk memastikan stok aman dan siap didistribusikan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kerja keras Bulog. “Terima kasih Pak Dirut Bulog dan jajarannya yang sudah bekerja keras hingga stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 5 juta ton,” kata Andi Amran saat sidak ke Gudang Filial Bulog Karawang, Kamis (23/4/2026).***













