LOMBOK TIMUR

Silaturahmi ke Bupati, Jamkrida NTB Syariah Tawarkan Solusi UMKM Tanpa Agunan

×

Silaturahmi ke Bupati, Jamkrida NTB Syariah Tawarkan Solusi UMKM Tanpa Agunan

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – PT Jamkrida NTB Syariah (Perseroda) menyambangi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk menjajaki kerja sama penguatan akses pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kamis, 30 April 2026.

Jajaran pengurus Jamkrida diterima langsung Bupati Lombok Timur Haerul Warisin. Pertemuan membahas peran penjaminan kredit sebagai solusi UMKM yang terkendala agunan.

“Jamkrida hadir untuk menjawab tantangan keterbatasan akses pembiayaan akibat kendala agunan, khususnya bagi pelaku UMKM,” kata Direktur Utama PT Jamkrida, Lalu Taufik Mulyajati

Melalui skema penjaminan, Jamkrida menjamin risiko gagal bayar ke bank atau lembaga pembiayaan. Dengan begitu, UMKM yang sebelumnya unbankable karena tidak punya agunan bisa mendapat kredit.

“Perbankan memiliki keyakinan lebih untuk menyalurkan kredit. Ini membuka akses permodalan, menjaga usaha tetap jalan, dan menggerakkan ekonomi riil,” jelasnya.

Selain UMKM, Jamkrida juga menjamin proyek strategis daerah, pengadaan barang/jasa, hingga pembiayaan infrastruktur dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun APBN.

Lombok Timur merupakan salah satu kontributor Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di NTB. Namun sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata masih terkendala modal karena minim jaminan.

“Kondisi ini berdampak pada kesenjangan inklusi keuangan, lambatnya akselerasi ekonomi, dan pengentasan kemiskinan di desa,” ungkapnya.

Jamkrida menawarkan skema penjaminan syariah yang adaptif untuk memotong hambatan tersebut.
Jamkrida menyebut kapasitas penjaminan saat ini belum optimal dibanding potensi pasar. Karena itu, diperlukan penguatan modal dari daerah.

“Setiap penambahan modal dapat mendorong nilai penjaminan hingga beberapa kali lipat. Ini multiplier effect,” paparnya.

Rencana penggunaan dana penyertaan modal:

1. Buka agen penjaminan di Lombok Timur.

2. Kembangkan penjaminan resi gudang untuk komoditas unggulan.

3. Perkuat pembiayaan sektor riil.

Kerja sama ini diproyeksi naikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat dividen, lahirkan wirausaha baru, dan perkuat akses pembiayaan ribuan UMKM.

Bupati H. Haerul Warisin mengapresiasi inisiatif Jamkrida. “Pemerintah daerah menyambut baik potensi kerja sama ini sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan ini disebut sebagai langkah awal kolaborasi jangka panjang. Sinergi diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *