LOMBOK TIMUR

UNRAM Bubarkan Nobar Pesta Babi, Ali BD: Ingat Mahasiswa Gulingkan Rezim Orba!

×

UNRAM Bubarkan Nobar Pesta Babi, Ali BD: Ingat Mahasiswa Gulingkan Rezim Orba!

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Mantan Bupati Lombok Timur dua periode, Dr. Ali Bin Dachlan, mempertanyakan kebenaran kabar Universitas Mataram (UNRAM) melarang mahasiswanya memutar film dokumenter investigatif Pesta Babi.

“Benarkah Universitas Mataram melarang mahasiswanya memutar film dokumenter investigatif Pesta Babi?” tulis Ali BD sapaan akrabnya di media sosial pribadinya, Sabtu 9 Mei 2026.

Film karya Dandy Laksono dan C. Paju Dale itu mengangkat isu deforestasi hutan untuk tanaman industri yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan menggambarkan nasib rakyat di Papua Barat Selatan.

Ali BD mempertanyakan alasan pelarangan jika kabar itu benar. Ia mengingatkan negara menjunjung tinggi hak demokrasi dan kebebasan berekspresi.

“Bolehkah aku bertanya, mengapa Anda melarang mahasiswa menonton film tersebut? Ketika negara ini menjunjung tinggi hak demokrasi dan kebebasan berekspresi?” tulisnya.

Dalam tulisannya, Ali BD mengungkit sejarah gerakan mahasiswa. Ia menyebut mahasiswa dan pelajar KAMI-KAPPI sebagai pihak yang mendirikan rezim baru menggantikan rezim lama yang represif pada 1966.

“Siapakah yang dengan susah payah mendirikan rezim baru, menggantikan rezim lama yang sangat represif pada tahun 1966? Bukankah mereka adalah gerombolan mahasiswa dan pelajar? KAMI dan KAPPI?” tulisnya.

Ia juga menyinggung peran mahasiswa dalam menggulingkan Orde Baru pada 1998. Mahasiswa disebut menduduki Gedung DPR dan MPR hingga Presiden Soeharto turun, melahirkan Orde Reformasi.

“Siapakah yang menggulingkan rezim Orba yang antidemokrasi pada tahun 1998? Siapakah yang menguasai dan menduduki Gedung DPR dan MPR, hingga presiden akhirnya bertekuk lutut? Siapakah mereka yang dengan gagah berani menurunkan Presiden Soeharto? Saya yakin bukan Anda, bukan ketua partai, melainkan para mahasiswa,” tulis Ali BD.

Di akhir tulisannya, Ali BD mengkritik jika kekuasaan dipakai untuk menekan gerakan mahasiswa dan kaum kritis.

“Pantaskah kekuasaan yang Anda genggam sekarang, Anda jadikan sebagai alat menekan gerakan mahasiswa dan kaum kritis di negara ini? Bolehkah Anda menangkap mahasiswa yang hanya menyampaikan pendapatnya lalu Anda tangkap dan Anda hukum? Bolehkah?” tulisnya.

Sebelumnya di beritakan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Mataram, Dr. Sujita, menyatakan pembubaran kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” dilakukan demi menjaga kondusivitas lingkungan kampus.

Sujita menegaskan bahwa keputusan pembubaran bukan disebabkan oleh tekanan dari pihak luar. Ia menyebut langkah tersebut diambil berdasarkan perintah internal yang harus dijalankan.

“Tidak ada tekanan. Ini murni untuk menjaga kondusivitas,” ujarnya.

Menurutnya, pemutaran film tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan ketersinggungan dan berpotensi mengganggu persatuan. Karena itu, pihak kampus menilai kegiatan tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan.

“Demi kepentingan bersama dan menjaga persatuan, kami menilai film tersebut tidak perlu ditonton di lingkungan kampus,” katanya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *