LOMBOK TIMUR

Nama Aminullah Menguat di Bursa Calon Kades Bagik Manis 2027

×

Nama Aminullah Menguat di Bursa Calon Kades Bagik Manis 2027

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Suasana jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027 mulai terasa di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Salah satu nama yang disebut warga untuk maju di Pilkades Desa Bagik Manis 2027 adalah Aminullah, S.Pd., M.Pd. Ia merupakan akademisi yang sebelumnya pernah dideklarasikan kelompok masyarakat sebelum adanya aturan penambahan masa jabatan kepala desa 2 tahun lalu.

Aminullah lahir di Dusun Dasan Bagik Dalam, Desa Bagik Manis, pada Januari 1991. Ia merupakan warga pertama asal Desa Bagik Manis yang menyandang gelar Magister (S-2). Jumlah warga bergelar S-2 di Kecamatan Sambelia juga masih terbatas.

Ia menempuh pendidikan di SDN 1 Bagik Manis, SMPN 1 Sambelia, SMAN 1 Sambelia, S-1 IKIP Mataram, dan S-2 Universitas Negeri Yogyakarta. Saat ini ia berprofesi sebagai dosen di Universitas Mahasaraswati Mataram dan Universitas 45 Mataram.

Aminullah juga merupakan perintis Persatuan Pemuda Perintis Perubahan (P4) Desa Bagik Manis dan mendirikan Yayasan Al-Amin Qalbu. Ia tercatat sebagai pengelola jurnal dan memiliki puluhan karya ilmiah.

Munculnya nama Aminullah memicu beragam tanggapan warga. Sebagian warga menilai gelar akademik bukan satu-satunya tolok ukur kelayakan. “Masyarakat tidak menilai kelayakan seseorang hanya dari sekolahnya,” kata seorang tokoh pemuda setempat kepada media ini, Sabtu (27/6/2026).

Terkait statusnya sebagai dosen, beberapa narasumber menyebut tidak ada aturan yang melarang dosen swasta menjadi pejabat publik. Bahkan, kampus umumnya mendukung dosennya mengabdi kepada masyarakat.

Meski beraktivitas di Lombok Barat, Aminullah disebut tetap pulang saat libur. Ia aktif hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Dusun Dasan Bagik Dalam dan Dasan Bagik Lauk, seperti menghadiri syukuran dan takziah.

Selama kuliah di IKIP Mataram 2010-2014, Aminullah pernah menjabat Wakil Ketua BEM FPMIPA dan Ketua Partai Kampus. Ia juga terpilih sebagai peserta terbaik Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Menengah se-Indonesia di Bali.

Setelah menjadi dosen, ia pernah menjabat Kepala Program Studi (Kaprodi), Wakil Dekan, dan Kepala Biro Penjaminan Mutu Eksternal. Di BTN Zam-Zam Flamboyan, Lombok Barat, ia dipercaya sebagai Dewan Penasehat Lingkungan dan Ketua Pengurus Masjid An-Nur Flamboyan.

“Saat ini dibutuhkan kepala desa yang memiliki pengalaman di luar dan keterikatan di dalam. Beliau sudah memenuhi keduanya,” ujar seorang tokoh agama di Bagik Manis.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *