LOMBOK TIMUR | FMI – Desa Sukaraja, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, berpeluang mencatat sejarah baru dalam demokrasi desa. Nama Andri Jaumalaini mulai mengemuka sebagai bakal calon kepala desa perempuan pada kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukaraja mendatang.
Selama ini kepemimpinan Desa Sukaraja didominasi laki-laki. Munculnya figur perempuan dinilai membuka ruang lebih besar bagi keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa.
Andri Jaumalaini dikenal sebagai istri Fauzul Haryandi, mantan anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2019–2024. Pengalaman mendampingi suami di dunia politik daerah disebut menjadi modal sosial dan kemasyarakatan bagi Andri.
Fauzul Haryandi menanggapi positif wacana pencalonan istrinya. Ia tidak menutup kemungkinan Andri ikut dalam kontestasi Pilkades Sukaraja.
“Kenapa tidak mungkin, karena di balik kesuksesan saya ada perempuan kuat yang mendampingi saya,” ungkap Fauzul, Minggu (21/6/2026)
Menurutnya, kemampuan memimpin tidak ditentukan jenis kelamin, melainkan kapasitas, kepedulian, serta kemampuan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Munculnya nama Andri Jaumalaini menambah dinamika politik Desa Sukaraja menjelang Pilkades. Masyarakat mulai mencermati figur-figur yang akan tampil, termasuk gagasan dan program yang ditawarkan kepada warga.
Jika terealisasi, pencalonan Andri akan menjadi momentum penting. Untuk pertama kalinya, Desa Sukaraja berpeluang memiliki calon pemimpin perempuan.
Kontestasi Pilkades Sukaraja tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan. Pemilihan ini juga menjadi ruang bagi warga menentukan arah pembangunan desa ke depan.













