JAKARTA | FMI – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin memastikan penanganan segara untuk SDN 5 Kotaraja dan SDN 1 Jerowaru yang mengalami rusak berat.
Kepastian itu didapat setelah Bupati beserta Sekda Lombok Timur koordinasi langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu`ti di Jakarta, Selasa (2/6/2026)
“Alhamdulillah, sekolah dasar kita yang mengalami rusak berat di Jerowaru dan Kotaraja langsung direspon dengan direktif langsung Pak Menteri ke jajarannya untuk ditangani dalam waktu dekat,” ungkap Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan kondisi sejumlah sekolah di daerah patuh karya yang mengalami kerusakan, baik rusak sedang maupun berat dan membutuhkan penanganan segera.
Orang nomor satu di Lombok Timur itu berharapa Pemerintah Pusat melalui Kemendikdasmen dapat mengakomodasi revitalisasi sekolah-sekolah tersebut untuk meningkatkan keamanan dan kenyaman para siswa maupun tenaga pendidik.
Bupati pun menegaskan komitmen Pemda Lombok Timur untuk berkolaborasi dan bersinergi. Langkah tersebut diantaranya dengan menyiapkan lingkungan dan kultur pendidikan yang mendukung pembelajaran mendalam dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM, termasuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut juga dapat dilihat dari Harapan Lama Sekolah (HLS) Lombok Timur pada 2025 lalu tercatat 14,08 tahun sementara rata-rata lama sekolah (RLS) 7,71 tahun, di mana angka itu menunjukkan grafik peningkatan dari periode sebelumnya.
Pada pertengahan Mei lalu sinergisitas Pemerintah Pusat dan Daerah juga dapat terlihat dengan diresmikannya 87 satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur yang telah direvitalisasi.***













