SURAKARTA | FMI – Lalu Usman Ali resmi menyandang gelar doktor Pendidikan IPA Universitas Sebelas Maret setelah berhasil menjalani ujian tertutup dan sidang promosi pada Minggu, 4 Mei 2026. Ia dinyatakan lulus tanpa ujian terbuka karena memenuhi syarat publikasi di jurnal bereputasi Q1/Q2 dan luaran penelitian sesuai Peraturan Rektor UNS Nomor 22 Tahun 2024.
Sidang promosi digelar khidmat di Aula Pascasarjana FKIP UNS. Lalu Usman Ali mempertahankan disertasi berjudul Pengembangan Model Problem Based Contextual Learning (PBCL) Bermuatan Etnosains untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa.
Model PBCL bermuatan etnosains yang dikembangkan mengintegrasikan pendekatan berbasis masalah dengan konteks lokal. Pendekatan ini menjembatani pembelajaran sains dengan kearifan lokal sehingga siswa tidak hanya memahami konsep ilmiah secara abstrak, tetapi mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
“Model ini efektif meningkatkan literasi sains sekaligus mengasah keterampilan berpikir kreatif peserta didik,” kata Lalu Usman Ali dalam pemaparannya.
Para penguji mengapresiasi kontribusi ilmiah tersebut. Diskusi berlangsung dinamis dengan masukan konstruktif untuk penyempurnaan disertasi. Sidang dipimpin Ketua Penguji Prof. Dr. Slamet Subiyantoro dengan Sekretaris Penguji Prof. Sulistyo Saputro selaku Kaprodi S3 Pendidikan IPA.
Turut menguji: Prof. Dr. Heru Kuswanto dari UNY sebagai penguji pakar luar, Prof. Dr. Sarwanto sebagai penguji pakar dalam, serta promotor Prof. Drs. Suranto dan kopromotor Dr. Meti Indrowati.
Ketua Penguji yang juga Wakil Dekan III FKIP UNS menyampaikan selamat kepada Lalu Usman Ali sebagai Doktor ke-61 Prodi S3 Pendidikan IPA dan Doktor ke-390 di FKIP UNS.
“Saudara promovendus dinyatakan lulus dan meraih Doktor tanpa ujian terbuka karena memenuhi syarat publikasi ilmiah di jurnal bereputasi dan menghasilkan produk luaran penelitian lainnya,” tegas Prof. Slamet.
Lalu Usman Ali menyampaikan syukur atas capaian ini. “Alhamdulillah pada Bulan Pendidikan ini bisa memberikan torehan tinta sejarah untuk pendidikan,” ujarnya.
Ia berterima kasih atas dukungan pendanaan BIB-LPDP RI, Rektor dan Dekan FTK serta pimpinan UIN Mataram, keluarga, dan rekan seperjuangan.
“Banyak hal positif saya dapatkan di salah satu kampus terbaik di Indonesia yang selalu bertengger di 10 besar nasional dan Asia, seperti budaya akademik positif, karakter budaya kuat, pelayanan maksimal, dan kekeluargaan,” katanya.
Ia berharap ilmunya bermanfaat. “Mohon doa agar saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” tutupnya.***











