LOMBOK TIMUR

Tanpa Tambang dan KEK, Ekonomi Lombok Timur Tumbuh 7,83 Persen

×

Tanpa Tambang dan KEK, Ekonomi Lombok Timur Tumbuh 7,83 Persen

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Kabupaten Lombok Timur mencatat pertumbuhan ekonomi 7,83 persen pada Triwulan I tahun 2026. Capaian itu menjadikannya salah satu daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan tertinggi di Pulau Lombok.

Angka tersebut menjadi sinyal kuat arah pembangunan pemerintah daerah “Smart Haerul Warisin-Edwin” mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai sektor ekonomi.

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia mengapresiasi masyarakat dan jajaran pemerintah daerah yang bekerja bersama membangun daerah.

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kerja bersama seluruh masyarakat Lombok Timur serta seluruh jajaran pemerintah daerah. Petani yang tetap berproduksi, nelayan yang terus melaut, pedagang yang menggerakkan pasar, pelaku UMKM yang terus tumbuh, dunia usaha dan seluruh OPD yang bekerja sesuai tugasnya masing-masing telah memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah ini,” ujar Bupati, Minggu (7/6/2026).

Menurut Bupati, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur memiliki karakter khas karena tidak ditopang tambang besar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), maupun pusat industri berskala nasional.

“Kita tidak memiliki tambang emas, tidak memiliki KEK seperti Mandalika, tetapi kita memiliki kekuatan ekonomi rakyat yang luar biasa. Karena itu saya selalu menegaskan bahwa pertanian harus tetap menjadi pondasi utama pembangunan ekonomi Lombok Timur. Ketika petani kuat, desa bergerak. Ketika desa bergerak, perdagangan tumbuh, daya beli meningkat dan ekonomi daerah ikut berkembang,” tegasnya.

Bupati menambahkan pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor produktif masyarakat, memperluas akses permodalan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mendorong pemerataan pembangunan agar manfaat pertumbuhan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur Juaini Taofik menilai capaian tersebut indikator arah kepemimpinan dan kebijakan pembangunan mulai terimplementasi efektif di lapangan.

“Pak Bupati sejak awal menekankan pembangunan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Beliau mengarahkan agar seluruh perangkat daerah bekerja dalam satu orkestrasi pembangunan terintegrasi, tidak berjalan sendiri-sendiri. Arahan itu kemudian kita terjemahkan ke program dan kegiatan yang saling menguatkan,” kata Sekda.

Sekda menjelaskan salah satu indikator keberhasilan terlihat dari tingginya pertumbuhan sektor jasa keuangan dan asuransi yang mencapai 27,54 persen, tertinggi di antara seluruh lapangan usaha. Kondisi itu menunjukkan meningkatnya inklusi keuangan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan dan lembaga keuangan formal.

Menurutnya, program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), kerja sama dengan perbankan, dan dorongan pemerintah agar masyarakat memanfaatkan rekening mulai memberi dampak pada aktivitas ekonomi daerah.

“Kita melihat masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan perbankan, memanfaatkan rekening untuk transaksi ekonomi, menabung, menerima pembayaran dan mengembangkan usaha. Ini menunjukkan upaya memperluas akses keuangan yang selama ini dilakukan mulai memberikan hasil nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Sekda menilai pertumbuhan 7,83 persen bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran fondasi pembangunan menuju masyarakat mandiri dan berdaya saing mulai terbentuk.

“Pertumbuhan ekonomi 7,83 persen ini menunjukkan arah pembangunan yang ditetapkan Bupati mulai terlihat hasilnya pada awal pemerintahan. Gagasan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pertumbuhan perlahan terurai dalam berbagai capaian nyata. Kita melihat pertumbuhan yang lebih terarah, lebih merata dan semakin inklusif,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur optimistis dengan menjadikan pertanian sebagai pondasi ekonomi, memperkuat UMKM, memperluas akses keuangan, dan meningkatkan kualitas SDM, pertumbuhan yang dicapai menjadi pijakan penting menuju Lombok Timur maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Tugas kita sekarang adalah menjaga momentum ini. Pertumbuhan ekonomi harus terus kita dorong agar tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas dan berkelanjutan,” tutup Bupati.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *