LOMBOK TIMUR | FMI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur menyalurkan bantuan Program Pendidikan dan Dakwah Advokasi kepada 1.000 penerima. Penyerahan simbolis dilakukan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di Aula BAZNAS Lotim, Kamis (2/7/2026).
Ketua BAZNAS Lotim, Muhammad Kamli melaporkan, sebelumnya pihaknya telah menyaalurkan insentif untuk TPQ, mushola, masjid, biaya pendidikan, dan guru yang mengabdi lama di bawah yayasan madrasah sebanyak 700 orang. Sementara hari ini, Kamis (2/7/2027) bantuan disalurkan kepada 300 penerima lainnya.
“Bantuan ini ditujukan untuk guru dengan masa pengabdian lama, pengelola TPQ, mushola, masjid, serta mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi,” ujar Kamli.
Sementara Bupati Haerul Warisin mengapresiasi para muzaki yang mempercayakan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah, ZIS melalui BAZNAS. Ia menyebut ini wujud kesadaran masyarakat Lombok Timur.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya berterima kasih kepada para muzaki. BAZNAS adalah lembaga resmi negara. Karena itu kepercayaan masyarakat ini harus dijaga,” katanya.
Bupati juga menekankan kepada pengelola BAZNAS agar menjaga integritas, hindari pinjaman ke pihak tidak bertanggung jawab, dan tidak ada proposal bodong.
“Jangan sampai muzaki mendengar ada yang bermain-main dengan zakat. Itu akan menghilangkan kepercayaan publik. Tampil anggun, bijaksana, dan jujur,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta BAZNAS memberikan perhatian khusus kepada guru dan marbot yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun. Mereka diminta diakomodasi dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Kolaborasi BAZNAS dan Pemkab Lotim ini diharapkan dapat terus menyejahterakan masyarakat melalui pendayagunaan ZIS yang tepat sasaran. ***













