LOMBOK TIMUR

Ali BD Soroti Isu TGH Hazmi Pindah Partai dari Ka’bah ke Gajah

×

Ali BD Soroti Isu TGH Hazmi Pindah Partai dari Ka’bah ke Gajah

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Mantan Bupati Lombok Timur dua periode, Dr. H. Ali Bin Dachlan, mempertanyakan kabar TGH Hazmi Hamzar yang disebut-sebut pindah dari PPP ke partai yang dipimpin putra mantan Presiden Jokowi.

“Benarkah TGH Hazmi dari Mamben pindah dari PPP ke partai yang dipimpin oleh anaknya Jokowi? Jika benar, tentu saja tidak ada urusan bagi orang lain,” tulis Ali BD sapaan akrabnya dalam akun media sosialnya, dikutip Jumat, 8 Mei 2026.

Ali BD menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai partai baru yang belum lolos ke Senayan karena hasil Pemilu belum mencukupi syarat parliamentary threshold.

“PSI juga partai baru dan belum duduk di Senayan, karena hasil Pemilu belum mencukupi syarat parliamentary threshold. Mereka yang berebut masuk PSI, beranggapan partai ini banyak uang, partai ini akan menang, karena ada orang penting dan kaya berada di belakangnya,” tulis Ali BD.

Politisi senior itu membandingkan elite Sumbawa yang mampu mendirikan dan memimpin partai di Jakarta dengan kondisi elite Sasak.

“Orang Sumbawa bisa mendirikan partai, bisa menjadi pimpinan partai di Jakarta, sedang orang Sasak cukup berebut partai milik orang Jakarta. Cukup sebagai ‘penyakap’ saja, sudah menjadi sebuah kebanggaan. Tidak masalah, karena sampai disitulah kemampuannya,” tulis Ali BD.

Ia lalu menyinggung peran tokoh pendidikan yang dinilai tidak perlu mencari peluang di partai lain. “Lalu untuk apa seorang tokoh pendidikan besar, harus berlari ke sana kemari mencari peluang sebagai anggota dan pengurus partai? Bukankah beliau telah mewariskan partai besar yang berhasil mendidik suku bangsa Sasak? Namanya Maraqitta’limat, itu partai orang Sasak sejatinya,” tulisnya.

Ali BD menilai mentalitas “penyakap partai orang” sudah lama menjadi bagian kehidupan sosial-politik suku Sasak. Ia mencontohkan sikap TGB Dr. KH. Zainul Majdi yang memilih melepas posisi di partai.

“Menjadi penyakap partai orang sudah lama menjadi bagian kehidupan sosial politik suku bangsa ini. TGB Zainul Majdi, seorang ulama Sasak terkemuka, terlebih dahulu menyadari hal tersebut lalu melepaskan dirinya sebagai penyakap partai, beliau dielu-elukan umat di seantero negeri. Pendidikan dan kemajuan agama, sebenarnya itulah partai para ulama, seperti yang dicontohkan oleh TGB. TGB, paham bahwa partai hanya persyaratan formal, bukan tujuan hidupnya. Beliau sebaiknya menjadi anutan para Tuan Guru di Sasak ini,” tulis Ali BD.

Di akhir tulisannya, Ali BD mengapresiasi sikap Ketua PPP Muzihir, yang disebut tidak mempersoalkan kabar kepindahan tersebut. “Saya senang dengan Muzihir, Ketua PPP, yang tidak mempersoalkan TGH Hazmi berlari meninggalkan partainya lalu berlabuh ke partai yang dipimpin anak muda itu. Semoga cerita ini benar adanya,” tulisnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *