LOMBOK TIMUR

Usai Video Adu Mulut di RSI Anggoro Viral, Yulia Aprianti Minta Maaf ke Profesi Perawat

×

Usai Video Adu Mulut di RSI Anggoro Viral, Yulia Aprianti Minta Maaf ke Profesi Perawat

Share this article

LOMBOK TIMUR | FMI – Seorang wanita bernama Yulia Aprianti, yang dikenal di media sosial dengan nama Nisa Ga Haerul, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh tenaga kesehatan, khususnya profesi perawat di Indonesia.

Permintaan maaf ini dilakukan menyusul kegaduhan yang dipicu oleh unggahannya di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit 36 detik itu mempertontonkan adu mulut antara keluarga pasien dengan seorang perawat. Peristiwa itu diduga terjadi di Rumah Sakit Islam (RSI) Anggoro Lombok Timur.

Setelah video berdar luas di media sosial, pemilik akun medsos Nisa Ga Haerul menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui sebuah video pernyataan.

Sosok yang bernama asli Yulia Aprianti itu menyampaikan rasa penyesalannya yang mendalam. Ia mengaku tidak memiliki niat untuk merendahkan profesi perawat yang ia sebut sebagai tugas yang mulia.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan saya yang telah berkata kotor atau kasar terhadap profesi perawat hingga menimbulkan kegaduhan,” ujar Yulia dalam pernyataannya.

Yulia mengakui bahwa tindakannya telah melukai perasaan banyak pihak dan mencederai kehormatan profesi perawat. Ia secara khusus menyebutkan permohonan maafnya kepada Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PP PPNI) sebagai organisasi yang menaungi para perawat.

Ia juga menekankan bahwa kini menyadari peran vital perawat dalam sistem kesehatan di Indonesia. “Perawat adalah garda terdepan kesehatan bangsa yang bekerja dengan dedikasi tinggi,” tambahnya.

Atas kejadian ini, Yulia menyatakan bahwa hal tersebut akan menjadi pelajaran berharga bagi dirinya di masa depan. Ia berkomitmen untuk lebih bijak dalam bertutur kata, terutama yang berkaitan dengan profesi orang lain.

“Saya menerima kejadian ini sebagai pelajaran berharga. Saya berkomitmen untuk lebih bijak dan menghargai profesi tersebut ke depannya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, video permintaan maaf tersebut telah beredar luas, dan diharapkan dapat meredam kemarahan para tenaga kesehatan yang sempat tersinggung oleh pernyataan sebelumnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *