LOMBOK TIMUR | FMI – Baru-baru ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti meresmikan program revitalisasi 10 satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur. Peresmian dilakukan di halaman SMKN 1 Sikur.
Bahkan Kemendikdasmen menggelontorkan Rp527 miliar lebih untuk revitalisasi fisik 531 sekolah di NTB tahun anggaran 2025. Rinciannya meliputi 69 PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 17 SMK, 20 SLB, dan 11 PKBM/SKB.
Khusus Lombok Timur, alokasi menyasar 87 sekolah dengan total bantuan lebih dari Rp105 miliar. Mendikdasmen menegaskan seluruh pembangunan fisik program revitalisasi di Lotim telah rampung 100 persen.
Sementara kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur masih memerlukan perhatian serius. Sejak satu tahun terakhir, sejumlah bangunan dan ruang kelas di sekolah itu mengalami kerusakan sehingga mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.
Akibat keterbatasan ruang belajar yang layak, pihak sekolah terpaksa melakukan penyesuaian sementara. Sebagian siswa bahkan harus berpindah tempat belajar karena ruang kelas yang rusak tidak bisa digunakan maksimal.
Kepala SDN 3 Jerowaru H. Muhammad Samsudin berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan langkah nyata berupa pembangunan maupun rehabilitasi ruang belajar yang layak dan aman.
“Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah ini. Anak-anak membutuhkan ruang belajar yang nyaman agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, fasilitas pendidikan yang memadai penting untuk mendukung tumbuh kembang dan semangat belajar generasi muda di daerah.
Perhatian juga datang dari elemen masyarakat. Anggota Lembaga Sosial Masyarakat KASTA, Arifin, meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi pendidikan di SDN 3 Jerowaru.
“Sekolah yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas bersama demi masa depan anak-anak,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Ketua KPM atau Komunitas Pelayan Masyarakat. Ia mendorong kepedulian semua pihak terhadap dunia pendidikan, khususnya terkait kenyamanan dan keamanan siswa saat belajar.
“Kami berharap ada perhatian bersama agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman. Pendidikan yang baik tentu harus didukung fasilitas yang memadai,” ungkapnya.
Masyarakat berharap ada respons cepat dari pihak terkait agar kondisi SDN 3 Jerowaru segera ditangani sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.
Sementara Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur Nurul Wathoni belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. Wartawan sudah mengkonfirmasi melalui pesan online mengenai kondisi SDN 3 Jerowaru yang membutuhkan bantuan.***













